5 Karakteristik Yang Menunjukkan Siswa Yang Seharusnya


5 Karakteristik Yang Menunjukkan Siswa Yang Seharusnya

Apa yang terlintas dalam pikiran ketika Anda mendengar kata "murid"? Seorang pria muda yang sedang belajar di perguruan tinggi? Mungkin itu benar, tetapi itu tidak sepenuhnya benar. Mengapa?

Menjadi siswa memang impian banyak orang, terutama bagi siswa yang berada di kelas XII. Berbagai tes diambil untuk mendapatkan gelar di perguruan tinggi favorit.

Sayangnya, kebanyakan dari mereka tidak mengerti apa yang akan dilakukan nantinya sebagai seorang siswa, bahkan dari kalangan siswa sendiri tidak menyadari tugas dan kewajiban menjadi seorang siswa.

Juga tidak jarang bagi mereka yang memilih institusi tersier berperingkat tersier atau institusi tersier favorit bahkan jauh dari tempat mereka tinggal. Ini bukan sesuatu yang salah, tapi jangan lupakan tugas mendasar sebagai siswa.

Silakan belajar di mana saja, tetapi ingatlah siswa adalah tangan komunitas dan akan kembali ke komunitas.

Keberhasilan seorang siswa tidak hanya diukur oleh para akademisi. Seorang siswa selain memiliki akademik yang baik, harus disertai dengan dukungan soft skill, dan sebaliknya.

Kedua komponen ini harus bersatu dan bekerja bersama dalam diri seorang siswa. Karena, dunia nyata yang nantinya akan ditempati oleh para siswa bukan hanya di dunia industri kerja, tetapi dunia masyarakat.

Siswa adalah bagian dari komunitas, menyampaikan aspirasi komunitas, berpihak pada komunitas, dan kembali ke komunitas. Banyak orang yang berharap kepada siswa karena mereka dianggap sebagai calon penerus bangsa ini dan juga sebagai tonggak sejarah perubahan di masa depan.

Baca: Siswa Tidak Seharusnya Hanya Untuk Kuliah

Selain itu, siswa juga merupakan elemen penting dari sejarah panjang perjalanan bangsa ini. Siswa diharapkan memainkan peran nyata dalam kehidupan sosial. Namun belakangan ini tampaknya siswa kurang responsif dan kurang kritis terhadap masalah yang terjadi di masyarakat.

Memang benar, bahwa tugas seorang siswa adalah belajar sebaik mungkin dan mencari ilmu sedalam mungkin sehingga nantinya dapat digunakan untuk memajukan bangsa dan membuat perubahan yang lebih baik.

Tapi tahukah Anda bahwa sebagai siswa harus memiliki 5 peran penting dalam kehidupan yang akan berfungsi sebagai identitasnya? Penjelasan berikut:

1. Siswa sebagai Stok Besi

siswa sebagai agen perubahan

Sumber gambar: wordpress.com

Peran penting pertama sebagai siswa adalah sebagai cadangan besi. Siswa diharapkan memiliki kepribadian dan karakter yang luhur, di mana siswa akan menjadi penerus generasi sebelumnya.

Seorang siswa harus siap untuk membangun jiwanya sendiri dan membentuk kepribadian yang mulia dalam perilakunya sebelum pergi ke komunitas.

2. Siswa sebagai Agen Perubahan

Peran kedua sebagai siswa adalah agen perubahan. Agen perubahan yang dimaksud adalah bahwa siswa diharapkan menjadi agen perubahan bagi masyarakat di mana seorang siswa harus mencari pengetahuan sedalam dan seluas mungkin untuk dapat membawa perubahan ke masyarakat.

Siswa harus menjadi ujung tombak untuk memajukan bangsa yang dimulai dengan membuat perubahan pada masyarakat.

3. Siswa sebagai Penjaga Nilai

Peran ketiga sebagai siswa adalah wali nilai. Penjaga nilai yang dipertanyakan adalah bahwa siswa menjadi penjaga nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.

Nilai yang harus dijaga adalah nilai absolut yang tidak mengandung keraguan dan bukan hasil pragmatisme. Nilai-nilai ini adalah nilai-nilai positif yang mempengaruhi kemajuan bangsa.

Baca: Mengenal Tridharma Pendidikan Tinggi

4. Siswa sebagai Kekuatan Moral

karakteristik siswa yang seharusnya

Sumber gambar: publisherbukepepishish.com

Peran siswa berikutnya adalah sebagai kekuatan moral. Kekuatan moral dapat diartikan dengan adanya kekuatan moral dalam kepribadian siswa. Seorang siswa harus menjadikan kekuatan moral sebagai referensi dalam perilaku.

Fondasi moral yang terkandung adalah bagaimana berperilaku, bagaimana berpikir, bagaimana berbicara, bagaimana membuat keputusan, dan sebagainya yang terkait dengan nilai-nilai yang baik. Dalam peran ini, intelektual siswa dituntut untuk memiliki kekuatan moral yang baik untuk mengarahkan kita untuk memiliki hubungan yang baik dengan masyarakat.

5. Siswa sebagai kontrol sosial.

Peran siswa yang terakhir dan paling penting untuk dilampirkan pada identitas siswa adalah kontrol sosial. Kontrol sosial yang dimaksud adalah siswa sebagai pengontrol kehidupan sosial di masyarakat.

Baca juga: Perbedaan dalam Siswa Akademik vs Siswa Aktivis

Dalam hal ini, siswa harus dapat menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah. Seorang siswa harus dapat menjadi aspirasi masyarakat ketika kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah berdampak pada penurunan kesejahteraan rakyat.

Sudahkah Anda melakukan peran di atas sebagai identitas siswa? Jika tidak, maka tanyakan pada diri Anda lagi apakah status siswa Anda hanya di KTM? Mari menjadi siswa sungguhan.

Penulis: Melida Andriani Nst
Pendidikan Matematika / UINSU
Instagram: melidaandriani14

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DON'T MISS