5 Manfaat Publikasi Makalah Ilmiah dalam Jurnal


5 Manfaat Publikasi Makalah Ilmiah dalam Jurnal

Salah satu tanggung jawab utama bagi seorang siswa adalah sebagai cadangan besi bagi bangsa dan negara. Peran mahasiswa sebagai bekal besi tidak sepopuler peran lainnya, yaitu sebagai agen kontrol sosial dan agen perubahan yang biasa kita dengar ketika pimpinan organisasi kampus memberikan orasi dalam kegiatan orientasi mahasiswa baru (OSMB) atau pengenalan baru kehidupan kampus mahasiswa (PKKMB).

Jadi, apa itu persediaan besi? Intinya, peran siswa sebagai bekal besi berarti bahwa siswa bertanggung jawab atas regenerasi kader intelektual yang nantinya akan memimpin kapal besar bernama Indonesia.

Ini karena, siswa memang siap untuk menduduki posisi penting dan strategis di negara ini ketika nanti setelah menyelesaikan pendidikan mereka, baik di lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Serta menjadi penggerak bagi LSM yang menyuarakan suara serak masyarakat sipil yang tidak ditampung oleh lembaga pemerintah.

Oleh karena itu, siswa memiliki tanggung jawab moral untuk menguasai bidang sains yang mereka pelajari, dan kemudian menerapkannya dalam kehidupan masyarakat dan negara.

Karena itu, tidak mengherankan bahwa dunia kemahasiswaan identik dengan dunia penulisan. Karena, dengan menulis siswa dilatih dalam kemampuan mereka untuk menyampaikan ide-ide mereka sesuai dengan aturan ilmiah yang sistematis, obyektif dan empiris.

Ada berbagai jenis tulisan yang bisa dibuat, seperti esai, pendapat, artikel ilmiah, karya ilmiah hingga skripsi.

Nah, teman, dalam makalah ini, saya dari tim Ruang Siswa secara khusus akan menguraikan manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan menulis artikel ilmiah, untuk kemudian diterbitkan dalam jurnal, baik jurnal universitas dan jurnal lembaga penelitian lainnya.

Setidaknya ada 5 manfaat besar yang akan Anda dapatkan ketika menerbitkan artikel ilmiah untuk jurnal, teman. Ingin tahu?

Ayo, lihat artikelnya!

1. Memperdalam pemahaman materi kuliah

manfaat menulis - publikasi dalam jurnal

Sumber gambar: pexels.com

Saat menulis artikel ilmiah yang berkaitan dengan bidang studi Anda, Anda diharuskan membaca banyak referensi. Referensi ini dapat berasal dari berbagai sumber, mulai dari buku, jurnal, publikasi ilmiah, dokumen negara, artikel online hingga berita harian.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak membaca adalah kunci untuk mendapatkan pengetahuan.

Ada pepatah yang mengatakan "buku adalah jendela dunia". Buku di sini tentu tidak terbatas pada buku-buku dalam bentuk fisik, tetapi lebih tepatnya bahwa pengetahuan yang diperoleh dari isi buku.

Baca: 10 Situs Unduh E-Book Gratis dan Legal

Saat ini, pengetahuan ini tidak hanya dapat diperoleh dari buku, tetapi dari bentuk lain seperti yang disebutkan di atas. Jadi, dengan banyak membaca ketika melakukan penelitian, wawasan Anda ke bidang ilmiah Anda akan secara otomatis meningkat dengan sendirinya.

Selain membaca dari banyak referensi, cara lain untuk melakukan penelitian adalah pergi ke lapangan untuk menemukan data primer.

Dalam mencari data primer, Anda akan meningkatkan pemahaman dan pengalaman dalam bidang ilmiah Anda. Anda akan melihat kenyataan perbedaan antara materi yang dipelajari di kelas dan praktik yang terjadi dalam kenyataan.

2. Latihan persiapan untuk Tugas Akhir

Tugas akhir adalah persyaratan wajib bagi siswa. Tesis semacam itu adalah persyaratan wajib bagi siapa saja yang ingin lulus dari tingkat sarjana dan mendapatkan gelar sarjana. Namun, tesis sering menjadi momok yang menakutkan bagi siswa terutama mereka yang berada di semester akhir.

Ada berbagai hal yang menyebabkan hal ini, mulai dari rasa kemalasan yang mengelilingi hingga mulai banyak revisi yang menyebabkan kelulusan menjadi tertunda, atau juga tidak tahu untuk mulai menulis skripsi.

Berlatih menulis artikel ilmiah adalah salah satu cara efektif untuk mengatasi hal ini. Ini karena, ketika menulis artikel ilmiah Anda akan langsung mempraktikkan metode penelitian yang dipelajari di kelas.

Baca: Menulis Sebagai Aktualisasi Pembelajaran

Dalam meninjau studi kasus yang telah Anda adopsi, Anda diharuskan untuk menggunakan metodologi yang juga akan digunakan saat mempersiapkan tesis Anda.

Dengan menulis artikel ilmiah Anda juga akan terbiasa menulis sesuai dengan prinsip ilmiah, yaitu sistematis, obyektif dan empiris.

Ada pepatah yang mengatakan "pisau tajam karena diasah". Semakin sering Anda membuat artikel ilmiah, semakin dalam pemahaman Anda tentang metodologi dan penulisan ilmiah yang sistematis adalah baik dan benar.

Jika Anda mengerti, maka Anda tidak akan melihat tesis sebagai momok yang menakutkan lagi di semester akhir nanti.

3. Portofolio

Setelah Anda mengetahui manfaat dari menulis artikel ilmiah, lalu apa manfaat dari mempublikasikannya dalam jurnal? Jadi sobat, manfaat utama menerbitkan artikel ilmiah Anda dalam jurnal adalah pengakuan.

Ketika artikel Anda berhasil melewati serangkaian pilihan yang telah dilakukan oleh pengulas dan editor, maka satu hal yang pasti adalah bahwa Anda telah mendapatkan pengakuan bahwa artikel Anda telah ditulis dengan mengikuti aturan yang ditetapkan dan memenuhi standar yang ditetapkan.

Dengan mempublikasikannya dalam jurnal, berarti artikel ilmiah Anda juga telah diabadikan dalam bentuk tulisan, alias Anda sudah memiliki portofolio yang terkait dengan bidang ilmiah Anda. Portofolio ini bermanfaat bagi Anda yang ingin melamar pekerjaan di lembaga think tank setelah lulus.

Portofolio Anda juga akan berguna ketika Anda ditunjuk sebagai pembicara di seminar dan forum diskusi. Portofolio ini adalah bukti bahwa Anda menguasai hal-hal tertentu, dan oleh karena itu, Anda memiliki kapasitas lebih dari yang lain untuk membicarakan hal-hal itu.

Selain itu, Anda dapat melampirkan portofolio ini ke kolom "Daftar Publikasi Ilmiah" di curriculum vitae Anda, yang nantinya akan sangat berguna ketika Anda ingin mengajukan beasiswa atau melanjutkan studi Anda ke tingkat Master / Doktoral, Anda tahu!

4. Persyaratan untuk menjadi akademisi atau dosen

manfaat menulis dan menerbitkan jurnal untuk dosen dan akademi

Sumber gambar: pexels.com

Bagi Anda yang ingin melanjutkan karir Anda di bidang akademik, baik sebagai dosen dan tingkat akademis lainnya, menerbitkan artikel ilmiah dalam jurnal terakreditasi adalah persyaratan wajib.

Universitas Negeri (PTN) mengharuskan publikasi setidaknya satu artikel ilmiah dalam jurnal untuk siapa saja yang ingin menjadi dosen di sana.

Selain itu, ada juga peraturan yang mewajibkan akademisi untuk mempublikasikan artikel ilmiah jika mereka ingin terus menerima manfaat dari negara.

Karena itu, belajar menulis artikel ilmiah dan mempublikasikannya dalam jurnal karena Anda masih duduk di bangku S1 adalah modal yang sangat baik bagi Anda yang ingin berkarier sebagai akademisi.

Tanpa memiliki publikasi ilmiah dalam jurnal, akan sangat sulit bagi Anda untuk memiliki karir di bidang ini.

5. Jalan untuk menjadi Profesor

Mendapatkan gelar profesor adalah pencapaian tertinggi bagi siapa pun yang bekerja di dunia akademik. Karena profesor adalah pangkat dosen tertinggi di pendidikan tinggi. Nama lain adalah profesor dan profesor. Mendapatkan gelar profesor adalah simbol yang benar-benar Anda kuasai dan memiliki kontribusi yang berarti dalam bidang ilmiah tertentu.

Karena sangat bergengsi, tidak mudah untuk memenangkan gelar ini. Salah satu persyaratan utama adalah bahwa harus ada publikasi artikel ilmiah di jurnal internasional terkemuka.

Salah satu tolok ukur utama untuk jurnal internasional yang dianggap memiliki reputasi baik adalah bahwa mereka telah diindeks oleh Scopus atau Thomson.

Menerbitkan artikel ilmiah dalam jurnal internasional terkemuka tidak mudah, karena selain memiliki keterampilan analitis yang baik, para peneliti juga diharuskan membuat topik penelitian dan konten yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Para penulis juga harus memiliki kemampuan untuk menulis dan menyampaikan argumen dalam bahasa Inggris dengan baik.

Salah satu kiat agar tulisan dapat menembus ke dalam jurnal-jurnal terkemuka ini menurut Tole Sutikno – dosen Teknik Elektro di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta yang telah menerbitkan artikel ilmiah puluhan kali dalam jurnal terindeks Scopus – adalah dengan sering berlatih menulis jurnal.

Baca: 10 Situs Jurnal Internasional Untuk Siswa Terakhir Anda

Ia berpendapat, bahwa kemampuan menulis jurnal tidak sepenuhnya berasal dari bakat, tetapi juga keterampilan.

Jika lebih sering diasah dan dilatih, kemampuan menulis artikel ilmiah akan lebih baik dan ditingkatkan. Karena itu, berlatih menulis artikel ilmiah untuk dipublikasikan dalam jurnal akan sangat berguna bagi Anda yang memiliki impian menjadi profesor.

Yah teman! Itulah 5 manfaat mempublikasikan artikel ilmiah dalam jurnal untuk siswa yang harus Anda ketahui. Selain melalui jurnal, sebenarnya Anda juga dapat mempublikasikan artikel ilmiah Anda dengan menghadiri konferensi ilmiah yang ada, baik secara nasional maupun internasional.

Hanya saja biaya publikasi melalui jurnal jauh lebih ekonomis jika dibandingkan dengan penerbitan melalui konferensi ilmiah.

Jadi, apakah Anda siap untuk mempublikasikan artikel ilmiah Anda dalam jurnal, teman?

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DON'T MISS