Kolaborasi Penelitian dengan Pihak Asing Harus Didasarkan pada Kesetaraan – Universitas Jember – Kampuspedia


Kolaborasi Penelitian dengan Pihak Asing Harus Didasarkan pada Kesetaraan - Universitas Jember - Kampuspedia

Jember, 17 Oktober 2019

Pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi telah mengatur prosedur kolaborasi antara peneliti Indonesia di universitas dan lembaga penelitian dengan peneliti asing. Salah satu prinsip yang harus dipatuhi adalah kolaborasi penelitian harus didasarkan pada kesetaraan. Pernyataan ini disampaikan oleh Sri Wahyono, Kepala Sub Direktorat Perizinan Penelitian, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Teknologi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, ketika memberikan materi dalam kegiatan sosialisasi untuk Perizinan Penelitian Asing di Rektorat Universitas Jember. Bangunan (17/10).

"Peneliti asing yang akan melakukan penelitian di Indonesia diharuskan untuk memegang peneliti Indonesia sebagai mitra berdasarkan prinsip kesetaraan. Kesetaraan ini dimanifestasikan dalam pencantuman nama-nama peneliti dalam publikasi ilmiah, transfer teknologi ke distribusi laba jika memang hasil penelitian itu kemudian di-hilir menjadi produk industri, "jelas Sri Wahyono. Menurutnya, peraturan ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Sains dan Teknologi Nasional yang baru diadopsi.

Selain merangsang antusiasme penelitian di kalangan peneliti Indonesia, keberadaan peraturan ini diharapkan dapat melindungi kekayaan intelektual di Indonesia. "Indonesia dengan kekayaan sumber daya alam yang luar biasa telah lama menarik perhatian para peneliti asing untuk melakukan penelitian di berbagai bidang. Salah satu hal yang sekarang sedang dilakukan adalah penelitian yang berkaitan dengan bencana alam mengingat posisi Indonesia di Ring of Wilayah api. Jadi jangan sampai hasil penelitian yang dilakukan di Indonesia hanya menguntungkan pihak asing, "tambah Sri Wahyono. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh 21 peserta yang mewakili PTN / PTS dan lembaga penelitian di Besuki Raya.

Di sisi lain, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melalui Direktorat Jenderal Penguatan Penelitian dan Pengembangan telah melakukan berbagai terobosan sehingga perizinan penelitian bagi peneliti asing tidak rumit. "Setiap proposal penelitian asing yang masuk akan ditinjau oleh Tim Koordinasi Pemberian Izin Penelitian Asing melalui Sistem Pertemuan Virtual atau Sivita, dan hasil rekomendasi akan keluar dalam waktu lima hari kerja," tambah Sri Wahyono. Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas kolaborasi penelitian antara peneliti Indonesia dan peneliti asing.

Sementara itu dalam sambutannya, Wachju Subchan, Wakil Rektor II Universitas Jember menyambut baik kegiatan kali ini. Karena kolaborasi penelitian dengan pihak asing telah menjadi kebutuhan untuk universitas seperti Universitas Jember, sehingga referensi yang jelas sangat diperlukan. Terlebih saat ini Universitas Jember secara serius mendorong pengembangan penelitian melalui kelompok riset (KeRis) di tingkat program studi, fakultas dan universitas yang jumlahnya mencapai 300 KeRis. Begitu juga dengan dana penelitian yang disiapkan dengan berbagai skema yang ada.

"Jumlah peneliti asing yang berkolaborasi dengan peneliti kami meningkat setiap tahun. Misalnya, pada 2016 hanya ada 11 kemitraan, tetapi pada 2017 meningkat menjadi 35 kemitraan, dan pada 2018 ada 33 kemitraan," kata Pembantu Rektor II dari Universitas Jember. Selain menghadirkan pembicara dari Direktorat Jenderal Penguatan Penelitian dan Pengembangan, Dr. Aiyen Tjoa, seorang peneliti dari Universitas Tadulako, Palu, yang berbagi pengalaman kolaborasi dengan Universitas Tübingen Jerman. Pembicara ketiga adalah Satria Adi Wicaksono, Kepala Seksi Perizinan Lalu Lintas dan Imigrasi, dari Kantor Imigrasi Kelas II Jember. Acara kemudian ditutup dengan diskusi. (saya)

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DON'T MISS