Lulusan Sekolah Vokasi Harus Belajar? Inilah 7 alasan


Lulusan Sekolah Vokasi Harus Belajar? Inilah 7 alasan

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah penggemar sekolah kejuruan di berbagai daerah di Indonesia telah meningkat. Sekolah Kejuruan atau Sekolah Menengah Kejuruan adalah salah satu pilihan sekolah menengah yang fokus pada penyediaan keterampilan dan ilmu terapan, seperti teknik, ekonomi, pariwisata, dan lainnya.

Dalam hal materi, sebenarnya siswa kejuruan juga menghancurkan berbagai mata pelajaran yang dipelajari oleh siswa sekolah menengah, hanya saja tidak terlalu dalam dan juga disertai dengan pendidikan kejuruan tentang kursus yang ia pilih.

Pendidikan kejuruan di sekolah kejuruan juga memprioritaskan metode praktis daripada materi. Ada istilah bahwa di SMK 70% praktikum dan hanya 30% materi. Ini tidak mengherankan, karena jika kita melihat tujuan menciptakan sekolah kejuruan itu sendiri adalah untuk mempersiapkan anak muda Indonesia untuk siap bekerja setelah lulus dari sekolah menengah.

Ini juga menjadi keunggulan siswa kejuruan jika dibandingkan dengan siswa SMA dan MA.

Namun, fakta ini juga menimbulkan perdebatan di masyarakat, terutama bagi orang tua dan lulusan SMK sendiri.

Debat ini muncul ketika dilema menghantui lulusan SMK, apakah mereka harus langsung bekerja sesuai dengan tujuan SMK itu sendiri atau melanjutkan studi mereka untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas mereka.

Selain itu, ada data bahwa tingkat pengangguran tertinggi berasal dari lulusan SMK. Ada juga satu Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sekolah Kejuruan mencapai 8,49%. TPT ini merupakan indikator pengukuran tenaga kerja yang tidak diserap oleh pasar tenaga kerja. Ini berarti bahwa dari data ini, dari 100 tenaga kerja lulusan SMK ada sekitar 5 orang yang menganggur. (katadata.co.id)

Nah, teman, di sini saya telah merangkumnya dalam poin-P – Alasan Mengapa Lulusan Sekolah Kejuruan Harus Terus Belajar.

1. Persaingan ketat

Alasan pertama dan terpenting mengapa anak-anak sekolah kejuruan harus melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi adalah untuk menghindari persaingan yang ketat di pasar tenaga kerja.

Fakta menunjukkan kepada teman, bahwa label lulusan SMK tidak serta merta menjamin seseorang akan dengan mudah mendapatkan pekerjaan. Menurut data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2019, tingkat Open Unemployment Rate (TPT) lulusan SMK adalah yang tertinggi di antara tingkat pendidikan lainnya.

TPT lulusan SMK tahun 2019 adalah 10,42%. Sementara lulusan D3 dan S1 jauh di bawahnya. Lulusan D3 mencatat 6% dan lulusan S1 5,8%.

Baca: Rekomendasi Kursus untuk Anak Sains

2. Peluang karier yang lebih beragam

Peluang karir yang tersedia bagi lulusan pendidikan tinggi jauh lebih luas dan berlimpah dibandingkan dengan lulusan SMK.

Secara umum, pilihan karier yang tersedia bagi lulusan kejuruan hanya berkisar pada pekerjaan berketerampilan rendah, yang membutuhkan banyak upaya dan upaya yang memakan waktu untuk mengejar jalur karier yang lebih tinggi.

Selain itu, pilihan karier bagi lulusan vokasi juga umumnya harus sesuai dengan program studi yang ia ambil di sekolah. Seperti lulusan Teknik Komputer dan Jaringan hanya dapat bekerja di telekomunikasi atau perusahaan terkait dan lulusan Teknik Kendaraan Ringan hanya dapat bekerja di perusahaan otomotif atau terkait.

Ada istilah yang mengatakan bahwa "pekerjaan terbaik adalah hobi yang dibayar". Jadi, bagi Anda yang merasa jurusan yang salah & # 39; ketika di sekolah kejuruan dulu, belajar adalah pilihan terbaik yang bisa Anda buat.

Baca juga: 7 Hal yang Dapat Dilakukan Siswa Jika Salah

3. Peluang untuk mengeksplorasi pengetahuan dan keterampilan yang lebih luas

Lulusan SMK harus belajar

Sumber gambar: unibi.ac.id

Fenomena 'arah yang salah' tidak hanya terjadi di dunia kampus. Padahal, ketika di tahun kedua atau ketiga ada juga banyak siswa SMK yang juga merasakan fenomena ini. Alasannya beragam, mulai dari jurusan yang tidak sesuai dengan harapan hingga paksaan dari orang tua.

Nah, sobat, terutama Anda yang merasakan arah yang salah ketika Anda berada di sekolah menengah kejuruan, melanjutkan perjalanan akademis Anda ke perguruan tinggi adalah hal yang sangat tepat. Ini karena Anda dapat & # 39; mengaktifkan & # 39; kembali ke jalan yang Anda anggap paling cocok untuk kesuksesan Anda.

Anda akan mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai pengetahuan dan keterampilan yang belum pernah Anda miliki sebelumnya.

Anda dapat memilih kembali jurusan yang benar-benar ingin Anda pelajari dan kuasai sesuai keinginan Anda. Melalui kursus yang Anda pilih, Anda akan mendapatkan banyak pengetahuan dan keterampilan yang tidak Anda dapatkan di sekolah.

Ini karena sistem pembelajaran di perguruan tinggi sangat berbeda dengan sekolah. Saat duduk di bangku kuliah, Anda akan mendapatkan fakta ketika aktivitas belajar di kelas relatif lebih sedikit jika dibandingkan dengan sekolah pertama.

Di perguruan tinggi, siswa biasanya hanya menghabiskan 3-4 jam di kelas setiap hari. Di beberapa kampus lain, yang hanya mewajibkan siswa hadir 4 hari seminggu.

Karena itu, akan ada banyak waktu luang yang dapat Anda gunakan untuk mengembangkan diri. Bagi Anda yang tertarik dengan dunia akademis, Anda dapat menghabiskan waktu untuk berdiskusi, membaca buku di perpustakaan atau melakukan penelitian ilmiah.

Bagi Anda yang lebih tertarik mengembangkan soft skill, Anda dapat bergabung dengan banyak organisasi atau berpartisipasi dalam kegiatan komite di berbagai acara kampus.

4. Pengalaman non-akademik

Menjadi seorang siswa bukan hanya tentang belajar dan melakukan penelitian. Anda juga akan memasuki dunia baru yang baru atau transisi dunia sebelum Anda memasuki dunia nyata.

Organisasi kampus dan pengorganisasian acara adalah bagian integral dari kehidupan mahasiswa.

Organisasi yang tersedia di kampus jauh lebih banyak dan beragam daripada yang ada di sekolah, ada BEM, SEMA, DEMA, UKM, HMJ dan lainnya tergantung kebijakan masing-masing kampus.

Dunia kampus juga identik dengan berbagai acara dan kegiatan. Aktivitas berkisar dari seminar, kompetisi, hingga festival musik. Dalam prosesnya, Anda dapat terlibat aktif dengan bergabung dengan komite kegiatan ini.

Memiliki berbagai pengalaman non akademik seperti ini dapat membuat Anda unggul dalam pengalaman dan soft skill dibandingkan dengan pesaing Anda di dunia kerja nantinya, karena Anda akan dibekali dengan banyak kemampuan, mulai dari komunikasi, membangun jaringan, bekerja dalam tim, berpikir kritis dan berkolaborasi dengan pihak pihak luar.

5. Jalan untuk berkarir di dunia akademik

jalur karier setelah lulus

Sumber gambar: infeed.id

Dunia akademik dalam beberapa tahun terakhir masih menjadi impian, terutama bagi Anda yang ingin mengabdikan diri untuk mendidik dan mendidik generasi muda bangsa.

Untuk menjadi akademisi yang baik, Anda tentu harus menempuh pendidikan tingkat tertinggi. Mengambil program sarjana adalah persyaratan wajib yang harus Anda penuhi sebelum mengambil program magister dan doktoral untuk menjadi ahli / ahli di bidang minat Anda, teman!

6. Kepastian kerja

Keuntungan terakhir adalah kepastian pekerjaan. Sebagaimana dijelaskan pada poin nomor satu, lulusan SMK terdaftar sebagai kontributor tertinggi terhadap tingkat pengangguran terbuka di Indonesia.

Ada fakta bahwa sebagian besar perusahaan akan secara agresif mencari lulusan SMK baru. Tentu saja ini terdengar sangat menarik dan menjanjikan. Ini juga merupakan daya tarik utama sekolah kejuruan, yang memastikan bahwa lulusan bekerja segera setelah menyelesaikan sekolah.

Namun, pada kenyataannya permintaan tinggi untuk lulusan baru dari sekolah kejuruan tidak disertai dengan jaminan dan prospek pekerjaan yang jelas. Ada banyak kasus di mana lulusan vokasi dipecat dari pekerjaannya ketika ia berusia 22 tahun, karena ia digantikan oleh lulusan baru yang paling baru dari sekolah kejuruan.

7. Anda masih bisa berproduksi

Selain enam manfaat yang dapat Anda nikmati ketika memilih untuk belajar, Anda juga tidak perlu khawatir tentang penghasilan.

Banyak lulusan SMK menolak untuk belajar karena mereka ingin fokus pada pekerjaan sehingga mereka tidak ingin belajar di lembaga pendidikan formal lagi.

Mengapa banyak lulusan SMK yang masih menolak belajar?

Motivasi bervariasi, mulai dari idealisme untuk menyelamatkan dari usia dini hingga dorongan dari keadaan yang tidak mungkin untuk dapat memenuhi biaya kuliah. Meski begitu, sebenarnya ada banyak alternatif yang bisa Anda ambil untuk tetap kuliah sambil mendapatkan penghasilan.

Tiga metode yang paling umum digunakan adalah bekerja sambil belajar, yaitu:

1. Bekerja

Bekerja sambil kuliah adalah pilihan terbaik bagi Anda yang membutuhkan penghasilan stabil untuk memenuhi kebutuhan Anda sendiri atau ingin membantu kondisi keuangan keluarga Anda. Saat ini, ada cukup banyak kampus swasta yang menyediakan waktu fleksibel bagi kelas karyawan yang dapat Anda sesuaikan dengan waktu Anda untuk bekerja.

2. Menjadi pekerja lepas / freelancer

Menjadi pekerja lepas. Bagi Anda lulusan yang sudah memiliki keterampilan yang berkualitas ketika duduk di sekolah menengah kejuruan, menjadi pekerja lepas atau freelancer bukanlah pilihan yang buruk. Menjadi pekerja lepas memiliki beberapa keuntungan, termasuk saat berburu uang Anda, Anda dapat menyesuaikan dengan tugas yang diberikan oleh dosen sesuai keinginan Anda.

3. Kewirausahaan

Sedangkan cara ketiga adalah dengan berwirausaha. Anda dapat melakukan kewirausahaan di mana saja selama dimungkinkan. Anda dapat memulai bisnis kecil di rumah atau mencoba keberuntungan Anda dengan berjualan di kampus.

Manfaat kewirausahaan sama dengan menjadi pekerja lepas, hanya saja Anda tidak perlu memiliki kemampuan khusus kecuali kemampuan dalam memasarkan produk atau barang yang Anda jual.

Baca juga: 9 Pekerjaan Bergengsi yang Dapat Anda Kerjakan sebagai Siswa

Sekarang, itulah 7 Alasan Mengapa Lulusan SMK Harus Lanjutkan Belajar. Semoga ini bisa menjadi pertimbangan Anda, sobat!

Namun, semua keputusan tetap ada di tangan Anda, tetap ambil keputusan terbaik menurut pendapat Anda untuk mencapai impian Anda! Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah penggemar sekolah kejuruan di berbagai daerah di Indonesia telah meningkat.

Sekolah Kejuruan atau Sekolah Menengah Kejuruan adalah pilihan yang tepat untuk fokus pada penyediaan keterampilan dan ilmu terapan, seperti teknik, ekonomi, pariwisata, dan lainnya.

Hanya saja, melihat tingkat persaingan kerja semakin ketat, bahkan lulusan perguruan tinggi bahkan lebih sulit untuk mendapatkan pekerjaan formal di era saat ini, pilihan untuk kuliah harus menjadi pilihan yang baik untuk Anda pertimbangkan

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DON'T MISS