Makanan ASUH (Halal Sehat Utuh Sehat) untuk Reformasi Sehat tanpa Obat – Universitas Jember – Kampuspedia


Makanan ASUH (Halal Sehat Utuh Sehat) untuk Reformasi Sehat tanpa Obat - Universitas Jember - Kampuspedia

Oleh: Dr. NURHAYATI, S.TP, M.Sc

Makanan dibutuhkan selama manusia dilahirkan. Pepatah ini menggambarkan bahwa makanan akan terus menjadi kebutuhan hidup utama untuk kelangsungan hidup manusia, meskipun makhluk hidup lainnya juga menjadikan asupan makanan sebagai salah satu ciri mereka. Tren perkembangan konsumsi makanan dunia tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan kalori, tetapi juga sebagai simbol kehormatan, kemakmuran, persaudaraan dan bahkan tren pengobatan.
Status makanan akan berdasarkan kriteria tertentu yang berbeda menurut kelas dan dapat dibagi menjadi empat (4) jenis. Kriteria 1, jika makanan di konsumen kelas bawah maka makanan diperlukan untuk kecukupan energi tubuh dengan harga murah bahwa makanan enak dan murah. Kriteria 2, jika makanan di konsumen kelas menengah telah menyebabkan harga tawar yang lebih tinggi untuk sosialita yang terjangkau, kehormatan akan dihargai. Namun, dalam kriteria 3, makanan dari perspektif kelas atas mampu menjadikan makanan sebagai persaudaraan dan kemakmuran. Dalam posisi konsumen kelas atas, ketersediaan makanan di antara rutinitas padat menghasilkan gaya konsumsi sambil menjaring dan bernegosiasi bisnis. Kriteria 4, sebagai kriteria terakhir, adalah makanan khusus yang berlaku untuk semua kelas jika makanan terkait dengan kesehatan dan obat-obatan.
Bapak kedokteran yang hipokratis dengan kalimat populer memberi nasihat. Biarkan makanan menjadi obatmu dan obat menjadi makananmu (Jadikan makananmu obat dan obat adalah makananmu). Makanan yang dimakan tidak hanya mengobati rasa lapar, tetapi bisa menjadi obat saat sakit. Ini berarti bahwa makanan yang kita makan mengandung banyak nutrisi untuk menghasilkan energi dan untuk menyembuhkan minimal menggantikan sel-sel tubuh yang usang seperti sel darah merah yang selalu membutuhkan pertumbuhan sel baru dari sel-sel mati. Kehadiran makanan juga tidak boleh menambah beban kerja bagian tubuh yang sakit sehingga jenis dan jumlahnya harus tepat (diatur). Memilih bahan makanan yang tepat bisa menjadikan makanan sebagai obat. Namun, untuk bisa memilih makanan yang tepat membutuhkan pengetahuan dan pengetahuan. Bagaimana cara mendapatkannya? Di era digital, pengetahuan mudah dan murah untuk diperoleh. Jangan berhenti untuk terus belajar dari kehidupan.
Untuk alasan ini, antara lain, komoditas kelapa dapat menjadi salah satu yang memiliki potensi untuk dikembangkan dengan produk olahan, yaitu minyak alami murni (virgin coconut oil, VCO). Proses pembuatannya dilakukan secara alami dari santan tua dengan mengekstraksi minyak dari proteinnya. Minyak VCO sering dikonsumsi langsung sebagai dua sendok makan yang diminum untuk memasok energi tubuh. Kandungan utamanya adalah asam lemak rantai menengah (MCFA) yang dapat dikonversi menjadi energi melalui saluran keto non gula. Selain sumber energi selain karbohidrat VCO juga dikenal sebagai antimikroba dan imunomodulator.
Komoditas lain, seperti Pisang Mas Kirana dikonsumsi untuk pemulihan dari penyakit. Ini masuk akal, karena pisang matang yang dimasak mengandung nilai gizi lebih tinggi per gram, dibandingkan dengan pisang jenis lain. Mengingat pisang adalah buah klimaks yang mudah rusak, produk olahannya dikembangkan dari pisang matang, keripik pisang matang. Kandungan nutrisi dipertahankan cukup untuk meminimalkan kehilangan selama proses pengolahan karena digoreng pada suhu rendah (80oC) menggunakan penggoreng vakum.
Pengembangan makanan yang aman, sehat, utuh, halal selalu membuat inovasi berkelanjutan. Bisnis makanan pasti akan terus tumbuh, seiring dengan perkembangan informasi dan teknologi. Tetapi harus juga disertai dengan kompetensi di sektor makanan. Kejadian luar biasa (KLB) seperti keracunan makanan atau minuman sering terjadi di masyarakat kita karena kelalaian dalam pengolahan dan presentasi yang berakibat fatal. Kelalaian tersebut dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan publik tentang konsep makanan ASUH. Oleh karena itu perlu untuk selalu memberikan konseling terkait konseling seperti bagaimana berkultivasi dengan baik, serta gaya hidup bersih yang sehat.
Definisi makanan ASUH sebagai makanan yang harus bebas dari kontaminasi berbahaya (kontaminasi fisik, kimia atau biologis), memiliki nilai gizi yang tinggi, tidak dicampur dengan bahan-bahan lain, dan diproses berdasarkan hukum Islam sehingga halal untuk dikonsumsi . Melalui Kelompok Penelitian Makanan ASUH (Aman Sehat Seluruh Halal) yang ia koordinasikan, Nurhayati berharap dapat berkontribusi pada Gerakan Indonesia Sehat. Penelitian dengan timnya dimulai dengan makanan yang dijual di sekitar kampus Universitas Jember. Pada tahun 2018, penelitian terkait dengan keamanan kualitas air minum isi ulang di sekitar kampus UNEJ. Tahun 2019 difokuskan untuk memeriksa cilok dan camilan bakso yang menjadi favorit siswa dalam hal keamanan dan aspek halal. Akhir dari salam, kepada mereka yang terus bekerja tentu ini adalah cara untuk Anda yang dilayani oleh negara kami.

* Penulis: Dosen THP, koordinator Kelompok Penelitian Makanan ASUH (Keris), anggota PATPI (Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia).

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DON'T MISS