Menristekdikti Minta Politeknik Menyiapkan Kebutuhan SDM yang Terampil untuk Industri Perhotelan dan Pariwisata – Ristekdikti – Kampuspedia


2019 Penghargaan Sains APEC untuk Inovasi, Penelitian dan Pendidikan (ASPIRE)

Siaran Pers Kemenristekdikti
Nomor: 209 / SP / HM / BKKP / X / 2019

Jakarta – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengungkapkan industri pariwisata, termasuk perhotelan dan kuliner masih membutuhkan banyak lulusan diploma atau kejuruan yang dapat langsung bekerja.

"Pemetaannya sampai sekarang pekerja terampil di sektor perhotelan masih terbatas. Di Labuan Bajo, masih kurang. Di Jogja masih kurang. Bali begitu besar, bidang perhotelan masih kurang. Ternyata permintaan "Itu cukup tinggi, tetapi profesional. Apakah itu untuk menjadi pemandu wisata, untuk keramahtamahan di keramahtamahannya, untuk kulinarinya," kata Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir saat Seminar Politeknik Internasional Jakarta di Borobudur Jakarta. Hotel pada Jumat (4/10).

Menristekdikti mengungkapkan bahwa lulusan sarjana atau vokasi pendidikan terapan di bidang pariwisata memiliki kelebihan dibandingkan lulusan sarjana atau akademik, yaitu mampu bekerja tanpa membutuhkan banyak pelatihan.

"Jika perekrutan karyawan dari lulusan tidak dapat secara langsung diterapkan sebagai karyawan, itu harus dididik terlebih dahulu," kata Menristekdikti setelah menyerahkan Keputusan tentang Mengubah Sekolah Hotel Internasional Jakarta untuk menjadi Politeknik Internasional Jakarta.

Pada kesempatan ini, Menristekdikti menyampaikan bahwa pada tahun 2019 program Revitalisasi Pendidikan Kejuruan, yang mencakup penyediaan & # 39; retooling & # 39; beasiswa di dalam dan luar negeri, akan mulai fokus pada pariwisata setelah sebelumnya terkait dengan bidang teknis.

"Kami berkembang. Tahun lalu ada mekanik. Perhotelan belum dipromosikan, kami harus naik. Selanjutnya di bidang kuliner. Intinya menuju pariwisata. Kami harus mendorong Pariwisata. Kami memasuki program studi tertentu yang belum termasuk dalam revitalisasi, "kata Menristekdikti.

Pada kesempatan ini juga dihadiri Direktur Pengembangan Pendidikan Tinggi Ridwan, Pendiri Artha Graha Group (AGG) Tomy Winata, Direktur Hotel Borobudur James Costa, Direktur Politeknik Internasional Jakarta Taufik Hidayat, serta dosen dan mahasiswa Jakarta Internasional Politeknik.

Ahmad Tombak Al Ayyubi, Firman Hidayat
Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DON'T MISS