Menristekdikti Optimis Percepatan Pengembangan Kendaraan Listrik di Indonesia – Ristekdikti – Kampuspedia


2019 Penghargaan Sains APEC untuk Inovasi, Penelitian dan Pendidikan (ASPIRE)

Siaran Pers Kemenristekdikti
Nomor: 223 / SP / HM / BKKP / X / 2019

Jakarta – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan bahwa untuk mendukung pengembangan dan penerapan kendaraan listrik di Indonesia, perlu menciptakan ekosistem yang mendukung. Dia menyatakan optimismenya bahwa Indonesia akan segera siap untuk mempercepat program kendaraan listrik nasional sesuai dengan Peraturan Presiden No. 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Motor Berbasis Baterai.

Hal ini disampaikan Menristekdikti ketika menghadiri penandatanganan Program Kerja Sama Memorandum Saling Pengertian (MoU) untuk Percepatan Kendaraan Baterai Listrik untuk Transportasi Jalan dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Publik (SPKLU), antara PT. PLN (Persero) dengan 20 perusahaan dari berbagai lini di Auditorium BJ Habibie Gedung BPPT II, ​​Jakarta (16/10).

"Saya menyambut baik penandatanganan MoU hari ini mengenai program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Untuk mengembangkan program kendaraan bermotor listrik, perlu ada integritas yang sangat besar dari kementerian / lembaga negara dan BUMN terkait. Dalam hal ini PLN memiliki berpartisipasi dalam kasus Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) atau Stasiun Pengisian ", jelasnya.

Menristekdikti mengungkapkan bahwa selain riset, sinergi antara kementerian dan lembaga serta dunia industri sangat penting bagi kemajuan pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Penandatanganan MoU pada Program Kendaraan Bermotor Listrik diharapkan menjadi kekuatan pendorong untuk mempercepat pengembangan dan penerapan kendaraan listrik di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama Menteri Koordinator Bidang Kelautan, Luhut Binsar Panjaitan, mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi yang sangat cepat harus diikuti dengan langkah-langkah yang cepat, tepat dan strategis.

"Dunia adalah teknologi yang berkembang pesat. Saya harap, jika disinergikan seperti ini, pasti bisa. Saya senang PLN bisa memobilisasi seperti ini. Kita tidak bisa berhenti di MOU, kita mengikuti semua jenis aturan," katanya.

Sripeni Inten, Plt. Direktur Utama PLN menyampaikan apresiasinya atas penerimaan yang baik dari semua mitra perusahaan yang terlibat dalam tahap awal kerja sama ini. Dia menambahkan, kolaborasi dan dukungan banyak pihak diharapkan dapat mempercepat realisasi penggunaan kendaraan listrik di semua lini.

"Penandatanganan nota kesepahaman ini sangat penting bagi kami, untuk mempercepat program kendaraan listrik di Indonesia, seperti yang kita tahu bahwa PLN telah ditugaskan oleh Pemerintah dalam rangka menyediakan infrastruktur pengisian daya listrik untuk Kendaraan Motor Listrik berbasis baterai ( KBL). Ini juga bukti komitmen dan kontribusi bersama terhadap program Pemerintah untuk mewujudkan kehidupan masyarakat Indonesia yang lebih baik, "pungkas Inten.

Penandatanganan MoU disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kelautan Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, Kepala BPPT Hammam Riza dan Penjabat Direktur PLN Sripeni Inten Cahyani, dihadiri oleh CEO dari 20 Perusahaan lainnya. Mitra dan undangan lainnya.

Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DON'T MISS