Menristekdikti Resmikan Gedung Pusat Penelitian Kolaboratif dan Science Techno Park Universitas IPB – Ristekdikti – Kampuspedia


2019 Penghargaan Sains APEC untuk Inovasi, Penelitian dan Pendidikan (ASPIRE)

Siaran Pers Kemenristekdikti
Nomor: 207 / SP / HM / BKKP / X / 2019

Bogor – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meresmikan Gedung Pusat Penelitian Kolaboratif (CRC) dan meluncurkan Science Techno Park (STP) Universitas IPB di Kampus IPB di Kampus IPB di Taman Kencana pada Jumat, Bogor (4 / 10).

Dalam sambutannya, Mohamad Nasir mengucapkan selamat kepada IPB atas peresmian gedung CRC dan pembangunan STP IPB University. Kehadiran gedung CRC dan STP IPB University diharapkan dapat mendorong para penemu IPB untuk terus memajukan Indonesia.

"Penelitian dan inovasi di bidang pertanian sangat penting. Saya berharap IPB dengan kompetensinya (inti) di bidang pertanian dapat menjadi pilihan untuk mengglobal. Tanpa kontribusi peneliti, pendidikan tinggi dan industri, tidak mungkin bagi inovasi kami untuk mengglobal," Kata Nasir.

Menteri Nasir juga mengatakan STP dibangun sebagai wahana hilir ilmu pengetahuan dan teknologi (dari penemuan ke inovasi), untuk mendorong pertumbuhan ekonomi regional, melalui distribusi pusat-pusat inovasi yang tumbuh merata dalam konteks pemerataan pertumbuhan ekonomi antar daerah. . STP dirancang untuk menjembatani kebutuhan industri dan / atau masyarakat, dengan memberdayakan hasil penelitian (penemuan) dan inovasi, yang didasarkan pada potensi sumber daya alam dan manusia di setiap wilayah.

Menteri Nasir mengatakan, STP yang dikembangkan di Indonesia sampai sekarang masih dapat dioptimalkan dengan memilih industri jangkar, sehingga diperlukan kolaborasi antara STP dan industri jangkar, untuk membentuk ekosistem pertanian yang terus tumbuh terus menerus. Di masa depan, ekosistem yang lebih kondusif diperlukan, sehingga lebih banyak pengusaha startup berbasis teknologi (PPBT) atau startup dapat diproduksi, jika industri jangkar dapat terlibat dari awal.

"Ke depan, STP harus memiliki perusahaan induk. Kebetulan IPB telah menjadi salah satu pelopor di Indonesia dengan memiliki perusahaan induk BLST IPB. Jadi saya percaya bahwa akan ada banyak produk unggulan yang akan dipasarkan," simpul Nasir.

Sementara itu, Rektor IPB Arif Satria berharap STP Universitas IPB akan mengglobal. Pada 2019, IPB sudah memiliki 469 paten. Jumlah paten IPB adalah yang tertinggi di Indonesia.

"Banyak paten, jika tidak komersial, itu tidak berguna, Alhamdullilah, telah ada 106 inovasi IPB dikomersialkan. IPB juga membentuk STP sendiri. STP ini adalah media yang menjembatani universitas dan industri dan masyarakat," kata Arif.

Arif juga berharap CRC dapat melayani industri dengan baik. Ada 265 penyewa saat ini sedang dibina untuk pengembangan produk inovatif, salah satunya adalah di bidang makanan dan obat-obatan, serta untuk pengembangan startup yang akan diinkubasi.

Arif juga menambahkan bahwa STP dibangun di sebuah bangunan bersejarah nasional. Bogor adalah kawasan wisata, akan dibuat tur inovasi yang berkolaborasi "" warisan "dengan inovasi anak-anak bangsa. Arif juga berharap STP ini membuat kendaraan untuk menghasilkan" inovasi pariwisata ", dan ini adalah pertama di Indonesia, program penggabungan pendidikan dan hiburan dapat menyatukan menuju karakter yang lebih milenial dan menyenangkan bagi generasi muda.

Juga hadir di acara Plt. Direktur Zona Sains dan Teknologi dan Lembaga Pendukung lainnya Kemenristekdikti Kemal Prihatman, Wakil Walikota Bogor Dedie A. Rachim, Wakil Menteri PPN / Kepala Bappenas untuk Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Budaya Subandi, Kanselir Universitas Pakuan Bibin Rubini, sebagai serta jajaran pejabat dan anggota masyarakat di lingkungan IPB dan tamu lainnya.

Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DON'T MISS