Menteri Riset dan Teknologi / Kepala BRIN Mendorong Para Peneliti untuk Memprioritaskan Penelitian dan Inovasi yang Berdampak Langsung bagi Banyak Masyarakat – Kemenristek / BRIN


2019 Penghargaan Sains APEC untuk Inovasi, Penelitian dan Pendidikan (ASPIRE)

Siaran Pers Kementerian Riset dan Teknologi / BRIN
Nomor: 274 / SP / HM / BKKP / XI / 2019

Jakarta – Menteri Riset Teknologi / Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang P.S Brodjonegoro mengatakan bahwa inovasi yang dibuat oleh para peneliti harus disesuaikan dengan tantangan dan kebutuhan Indonesia saat ini dan menyoroti potensi sumber daya Indonesia. Menteri Bambang mengatakan bahwa pertimbangan dalam prioritas penelitian dan inovasi di masa depan harus bergantung pada apa yang dapat dimanfaatkan dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dan dunia.

"Jangan sampai kita mengusulkan inovasi dalam hal kemampuan peneliti atau keberadaan teknologinya saja. Tetapi kita harus mampu mendorong inovasi yang menjadi kebutuhan banyak orang dan jika kita belum menguasai teknologinya, kita (para Generasi milenial Indonesia) harus terlebih dahulu menguasai teknologi ini, "katanya ketika menjadi Pembicara Utama pada Penutupan Sidang Paripurna III Dewan Riset Nasional di Hotel Aryaduta Jakarta (2/12).

Menteri Bambang menyambut baik pelaksanaan Sidang Paripurna Dewan Riset Nasional (DRNl) yang bertujuan memetakan kebutuhan penelitian Indonesia menuju Indonesia Lanjutan pada tahun 2045. Menteri Bambang mengatakan akan mengakomodasi rekomendasi inovasi dari Dewan Riset Nasional (DRN) terdiri dari 9 area yang dibahas oleh komisi teknis DRN.

"Kami melihat dari sisi bahwa kami sudah memiliki sembilan prioritas penelitian nasional, dengan empat puluh sembilan produk." Tentu saja, kami akan mencoba mengakomodasi saran dari DRN untuk inovasi baru, "jelasnya.

Pada kesempatan ini Menteri Bambang mengundang peneliti, akademisi dan inovator untuk selalu meningkatkan kualitas penelitian dan inovasi. Jika perkembangan inovasi Indonesia hanya berjalan normal tanpa lompatan besar, Menteri Bambang percaya bahwa hal itu akan mencegah Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045. Setiap negara saat ini berlomba untuk menjadikan inovasi sebagai pengungkit ekonomi negara, saat ini penelitian dan inovasi bukan lagi pilihan tetapi kebutuhan.

"Apa yang bisa mengancam impian Indonesia untuk menjadi negara maju pada tahun 2045 tidak tercapai? Itu adalah jika Indonesia tidak dapat meningkatkan & ndash; itu sendiri. Kita tidak dapat lagi melakukan bisnis seperti biasa & # 39; ; seperti biasa, tetapi kita harus mulai bergerak menuju inovasi, karena sekarang inovasi bukan lagi pilihan tetapi sudah menjadi kebutuhan. Bahkan inovasi harus diolah sejak dini (enkulturasi inovasi) ".

Pada kesempatan yang sama, Ketua DRN Bambang Setiadi menjelaskan sembilan bidang prioritas penelitian nasional.

Untuk sektor kesehatan dan obat-obatan adalah inovasi penyakit degeneratif, sel induk untuk mendukung pariwisata kesehatan, obat kanker dengan bahan alami dan lembaga kesehatan nasional.
Dari bidang hukum dan keamanan, DRN mengusulkan pengembangan radar CGI dan keamanan cyber sebagai program integrasi di tingkat DRN.
Di bidang pertanian dan pangan, Kementerian Riset dan Teknologi / BRIN dan lembaga litbang dalam koordinasi mereka dapat mengembangkan makanan fungsional dan bahan berbasis pangan lokal menggunakan pendekatan teknologi dalam revolusi industri 4.0.
Untuk sektor material maju, DRN mengusulkan pengembangan industri material maju nasional, berbasis mineral lokal untuk memperkuat sektor industri.
Di sektor humaniora sosial, inovasi terdepan adalah membangun sumber daya manusia yang unggul dan ekonomi yang didasarkan pada inovasi yang mencakup orang pintar dan ekonomi cerdas.
Di sektor energi, DRN mengharapkan upaya untuk menghilangkan karbon di sektor energi.
Sementara itu, di bidang transportasi, diharapkan akan ada tanker minyak sayur
Bidang infrastruktur adalah & lt; perkerasan penyembuhan diri pintar & # 39 ;.
Akhirnya, di bidang bencana lingkungan, diharapkan ada ilmu bencana dan taman teknologi dan sistem informasi terpadu tentang inovasi manajemen dan kebijakan lingkungan dan bencana nasional.

Sebelumnya, pemerintah juga telah menetapkan 49 agenda prioritas penelitian nasional (PRN) dalam lima tahun ke depan sebagai fokus kegiatan penelitian, pengembangan, penilaian dan penerapan (litbangjirap).

Turut hadir dalam acara tersebut adalah Deputi Penguatan Inovasi Jumain Appe, semua Anggota DRN, 87 Perwakilan Dewan Riset Regional (DRD), Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Universitas, KADIN, dan Swasta dari seluruh Indonesia, serta lainnya tamu undangan.

Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DON'T MISS