Mycotech, Alumni ITB Memulai Penggunaan Bahan Organik menjadi Bahan Bangunan – Ristekdikti – Kampuspedia


2019 Penghargaan Sains APEC untuk Inovasi, Penelitian dan Pendidikan (ASPIRE)

BANDUNG – Berangkat dari ide bisnis yang ramah lingkungan, Alumni Institut Teknologi Bandung berhasil menciptakan start-up yang berinovasi daur ulang limbah pertanian untuk digunakan sebagai bahan bangunan. Start-up bernama Mycotech yang didirikan oleh Adi Reza Nugroho (Arsitektur ITB 2007), Robbi Zidna Ilman (Arsitektur ITB 2007), Ronaldiaz Hartantyo (Arsitektur ITB 2007), Arekha Bentang (Mikrobiologi ITB 2008), dan Annisa Wibi Ismarlanti ( Ekonomi Pembangunan) Unpad 2007).

Robbi mengatakan, ide untuk membuat bisnis dimulai dari bisnis Growbox, yang merupakan bisnis media tanam dari jamur yang telah dikembangkan sejak 2012. Setelah ada di dunia pengemasan media tanam jamur, mereka kemudian mulai meneliti media tanam jamur untuk diinovasi menjadi bahan bangunan. Sampai kelahiran Mycotech.

Mycotech adalah perusahaan baru yang membuat bahan komposit dan kulit ramah lingkungan. Ini karena bahan yang dibuat didaur ulang dari limbah pertanian. Limbah pertanian yang digunakan adalah yang mengandung selulosa, seperti serbuk gergaji, tandan buah kosong, kelapa sawit, ampas tebu, dan lainnya. Produk ini juga menggunakan perekat alami yang diperoleh dari miselium jamur.

"Ini dimotivasi oleh beasiswa arsitektur yang diperoleh sejak kuliah. Kemudian mengetahui bahwa bahan bangunan sebagian besar menggali dari tanah yang dapat merusak alam, sedangkan, di sisi lain, ada jutaan ton limbah pertanian yang tidak dimanfaatkan," Robbi mengatakan ketika ditanya motif dan minat kelompoknya ketika memulai bisnis ramah lingkungan ini.

Mycotech memiliki dua jenis produk, yaitu Biobo dan Mylea. Biobo adalah panel dekoratif untuk elemen dinding interior, sedangkan Mylea adalah bahan kulit yang digunakan sebagai jurnal, sepatu, dompet, tas, jam tangan dan produk modis lainnya.

Mycotech berhasil didanai oleh Kickstarter, salah satu platform crowdfunding global paling terkenal di dunia. Mycotech kini telah dipasarkan di Batam, Bali, Bandung dan Jakarta. Namun tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, Mycotch tentu saja juga dikomersialkan secara internasional, yaitu di Singapura, Korea, Jerman, dan di seluruh dunia melalui Kickstarter.

Selain bisnis, mereka juga mengajak masyarakat untuk semakin memahami dampak dari menggunakan produk yang sering merusak lingkungan. Karena bagi mereka, melindungi lingkungan dan menjaganya agar tetap indah adalah tugas bersama.

Start-up, yang didirikan empat tahun lalu, telah membuat banyak prestasi. Mereka telah memenangkan tempat ke-2 di Mandiri Young Entrepreneur 2015, tempat ke-2 di Shell Live Wire World Innovation Awards 2016, tempat ke-3 di GIST Initiative Hari Demo GIST, dan tempat ke-2 di Hari Inovasi Wienerberger CBME 2018.

Di masa depan, Robbi dan tim menargetkan untuk dapat memasok bahan Mylea ke merek-merek terkenal. Begitu juga dengan Biobo yang diharapkan akan dipasarkan ke lebih banyak bagian dunia. "Saya juga berharap bahwa orang akan menjadi lebih akrab dengan bahan yang terbarukan dan menjadi lebih sadar akan kebutuhan lingkungan sekitarnya," simpul Robbi, Chief Operating Officer Mycotech.

sumber: itb.ac.id/news/read/57197/home/mycotech-start-up-alumni-itb-that-taking-material-organic-jadi-material-bbuilding

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DON'T MISS