UMM Menjadi Tuan Rumah Pertemuan Presidensial dan Asosiasi Nationwide University Network Indonesia (NUNI)


UMM Menjadi Tuan Rumah Pertemuan Presidensial dan Asosiasi Nationwide University Network Indonesia (NUNI)

INFOKAMPUS.BARU – Kompetensi sosial-ekopreneur dianggap sebagai salah satu kompetensi penting di era Revolusi Industri 4.0. Menyadari hal ini, Asosiasi Jaringan Universitas Nasional Indonesia (NUNI) mengadakan Pertemuan Presiden dan Forum NUNI di Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) (4/10).

FORUM NUNI 2019 DI UMM

H. Fauzan, M.Pd selaku Kanselir UMM berpidato "Agenda ini merupakan bentuk penguatan kerja sama antar universitas dengan upaya membandingkan komunitas NUNI menjadi sinergi kelompok dengan meningkatkan mobilitas mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan dari setiap universitas, ".

Ada 21 universitas di Indonesia yang tergabung dalam NUNI. Sedangkan beberapa universitas yang menjadi presenter dalam kegiatan Pertemuan Presiden dan Forum NUNI adalah Universitas Brawijaya, Universitas Binus Malang, dan UMM.

Universitas yang disebutkan di atas dianggap berhasil dalam hal manajemen unit bisnis. baik secara akademis maupun non-akademis. Dengan demikian, ketiga kampus tersebut diharapkan berkontribusi pada Forum NUNI.

Kompetensi sosial-ekopreneur telah dimiliki oleh UMM, di mana UMM telah menyelenggarakan Festival Nasional selama 3 tahun terakhir. Wakil Direktur Pemasaran untuk Riset Produk UMM. Festival Nasional adalah acara untuk pelaku bisnis dan produsen untuk mensosialisasikan hasil siswa & # 39; produk penelitian.

Dalam rangka meningkatkan penilaian Kemenristekdikti, Pupung Arifin sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama di Universitas Atmajaya Yogyakarta menyampaikan gagasan bahwa konsep kompetensi sosio-ekopreneur juga diterapkan dalam skema kolaboratif internasional tersier. Institusi.

Rektor Binus Malang, Dr. Ir. Boto Situmpang MBP mengusulkan "Jika Anda ingin menerapkan minor berbasis sosial-ekoprenur, maka Anda harus melihat potensi yang ada dari masing-masing daerah tersier. Sehingga secara strategis tepat sasaran, dan cocok untuk pemangku kepentingan terkait. Seperti apa yang sudah diterapkan di BINUS, "katanya.

Sedangkan Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) mengusulkan agar pelatihan kewirausahaan juga ditingkatkan baik secara digital maupun teknologi. Selain itu, untuk meningkatkan keragaman kegiatan NUNI, diperlukan database setiap lembaga tersier yang dapat digunakan oleh semua anggota NUNI untuk diadaptasi dan dimodifikasi kembali. Berdasarkan database anggota NUNI dapat memodifikasi. (Rfl)

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DON'T MISS